Berita Utama

Dari Banten Menuju Dunia, Irjen Pol M. Sabilul Alif Dorong Penguatan Kapasitas Imam Menuju IGIC 2026

Humas IGIC
05 July 2026
13 Pembaca
Dari Banten Menuju Dunia, Irjen Pol M. Sabilul Alif Dorong Penguatan Kapasitas Imam Menuju IGIC 2026
Penutupan MTQ Imam Masjid Tingkat Provinsi Banten 2026 menjadi puncak rangkaian Bridging to International Grand Imams Conference (IGIC) 2026 Prov. Banten. Kegiatan ini menjadi bagian dari persiapan menuju IGIC 2026.

Ketua Steering Committee (SC) International Grand Imams Conference (IGIC) 2026, Irjen Pol. Dr. M. Sabilul Alif,  menghadiri Penutupan Musabaqah Tilawatil Qur'an (MTQ) Imam Masjid Tingkat Provinsi Banten, Minggu (5/7), sebagai puncak rangkaian Bridging to International Grand Imams Conference (IGIC) 2026 di Provinsi Banten. Kegiatan tersebut menjadi penegasan komitmen bersama dalam memperkuat kapasitas imam masjid sebagai pemimpin umat sekaligus duta perdamaian menuju penyelenggaraan IGIC 2026. Acara penutupan turut dihadiri Hj. Helmi Halimatul Udhmah, selaku Penasihat Dharma Wanita Persatuan (DWP) Kementerian Agama Republik Indonesia sekaligus Pengawas Dewan Hakim MTQ Imam Masjid Tingkat Provinsi Banten, bersama para ulama, tokoh agama, dewan hakim, unsur Pemerintah Provinsi Banten, pemerintah kabupaten/kota, serta para peserta MTQ dari seluruh wilayah Provinsi Banten.

Dalam kesempatan tersebut, Sabilul Alif menyampaikan bahwa penyelenggaraan MTQ Imam merupakan bentuk penghargaan sekaligus upaya nyata dalam meningkatkan kualitas sumber daya para imam masjid sebagai pemimpin umat, penjaga nilai-nilai keislaman, dan perekat persatuan bangsa.
"Imam merupakan garda terdepan dalam membangun karakter umat. Karena itu, peningkatan kualitas dan kapasitas imam harus terus dilakukan secara berkelanjutan. MTQ Imam bukan sekadar ajang perlombaan, tetapi menjadi sarana melahirkan imam-imam yang profesional, berintegritas, memiliki wawasan kebangsaan, serta mampu menjadi perekat persatuan bangsa," ujar Sabilul Alif. Ia menambahkan bahwa imam masjid memiliki peran yang sangat strategis, tidak hanya memimpin ibadah, tetapi juga menjadi pembimbing masyarakat, penyebar nilai-nilai Islam yang moderat, penjaga kerukunan umat beragama, serta mitra pemerintah dalam menciptakan stabilitas sosial dan memperkuat persatuan nasional.
Sementara itu, Hj. Helmi Halimatul Udhmah menegaskan bahwa pembinaan imam masjid harus menjadi agenda berkelanjutan karena imam memiliki peran sentral dalam membangun kualitas kehidupan beragama di tengah masyarakat. "MTQ Imam Masjid bukan sekadar ajang memilih yang terbaik, tetapi merupakan ikhtiar membina imam-imam yang memiliki bacaan Al-Qur'an yang baik, akhlak yang mulia, serta mampu menjadi teladan dalam membangun keluarga, masyarakat, dan persatuan bangsa. Kami berharap para imam terus meningkatkan kapasitas keilmuan, spiritualitas, dan kepemimpinan sehingga masjid benar-benar menjadi pusat pembinaan umat dan peradaban," ujar Hj. Helmi Halimatul Udhmah. Ia juga mengapresiasi seluruh peserta, dewan hakim, dan panitia yang telah menyukseskan penyelenggaraan MTQ dengan menjunjung tinggi profesionalisme, objektivitas, dan integritas. MTQ Imam Masjid Tingkat Provinsi Banten menjadi salah satu program strategis dalam meningkatkan kualitas imam. Sebanyak 221 imam dari seluruh kabupaten dan kota di Provinsi Banten mengikuti tahapan seleksi secara daring. Dari jumlah tersebut, 180 peserta lolos ke babak penyisihan sebelum akhirnya 28 finalis terbaik tampil pada babak final yang mempertandingkan tujuh cabang musabaqah, yaitu Tartil Al-Qur'an, Tilawah Al-Qur'an, Hifzh 15 Juz, Hifzh 30 Juz, Tafsir Al-Qur'an, Khutbah Jumat, dan Adzan. Berdasarkan Keputusan Dewan Hakim MTQ Imam Masjid Tingkat Provinsi Banten Nomor 006/DH/MTQ IMAM MASJID/VII/2026, para juara pertama pada setiap cabang adalah Ahmad Saripudin (Masjid Baitul Izzah) pada cabang Tartil Al-Qur'an, Muhammad Al-Muizul Kahfi (Masjid Jami' Al-Muawanah Rangkasbitung, Lebak) pada cabang Tilawah Al-Qur'an, Muhammad Fauzi (Masjid Al-Hajar Mudhiya) pada cabang Hifzh 15 Juz, Arbi Aziz Pamungkas (Masjid Birrul Walidain) pada cabang Hifzh 30 Juz, Ahmad Dzaky Mufakkir (Masjid Al Hikmah) pada cabang Tafsir Al-Qur'an, Khaerul Anwar (Masjid Al Muhajirin Gedong Kaloran) pada cabang Khutbah Jumat, serta Arif Rohman (Masjid Al-Ikhlas) pada cabang Adzan. Keputusan tersebut dibacakan oleh Ketua Dewan Hakim, Dr. H. Muhammad Ramli Massenge, M.A., dan bersifat final. Sabilul Alif juga menyampaikan apresiasi kepada Hj. Helmi Halimatul Udhmah selaku Pengawas Dewan Hakim, seluruh dewan hakim, panitia, serta semua pihak yang telah mengawal pelaksanaan MTQ secara profesional, objektif, dan penuh integritas sehingga mampu melahirkan imam-imam terbaik yang diharapkan menjadi teladan di tengah masyarakat.
Sebelum pelaksanaan MTQ, rangkaian Bridging to International Grand Imams Conference (IGIC) 2026 di Provinsi Banten diawali dengan Istighatsah dan Tabligh Akbar yang dihadiri sekitar 5.000 jamaah, serta Seminar Keimaman yang diikuti sekitar 500 peserta yang terdiri atas imam masjid, penyuluh agama, akademisi, mahasiswa, pengurus Dewan Kemakmuran Masjid (DKM), dan berbagai elemen masyarakat. Kegiatan tersebut juga dihadiri Menteri Agama RI dan Gubernur Banten sebagai bentuk dukungan terhadap penguatan peran imam dan masjid dalam membangun kehidupan beragama yang damai, moderat, dan harmonis.
Menurut Sabilul Alif, kegiatan di Banten merupakan bagian dari gerakan nasional menuju penyelenggaraan International Grand Imams Conference (IGIC) 2026, sebuah forum internasional yang akan mempertemukan para imam besar, ulama, dan tokoh agama dari berbagai negara untuk memperkuat kolaborasi dalam membangun perdamaian dunia melalui pendekatan religious diplomacy. "Alhamdulillah, rangkaian Bridging IGIC telah sukses dilaksanakan di Kalimantan Timur, Sulawesi Selatan, dan kini di Provinsi Banten. Selanjutnya kegiatan ini akan berlanjut di beberapa provinsi lainnya sebagai upaya memperluas partisipasi para imam, memperkuat kolaborasi lintas daerah, serta membangun semangat kebersamaan menuju penyelenggaraan IGIC 2026," jelasnya. Ia menegaskan bahwa Indonesia memiliki modal yang sangat kuat untuk menjadi pusat diplomasi keagamaan dunia. Sebagai negara dengan penduduk muslim terbesar yang hidup dalam keberagaman, Indonesia telah membuktikan bahwa nilai-nilai agama dapat menjadi fondasi persatuan, harmoni, dan solusi dalam menghadapi berbagai tantangan global.
Melalui International Grand Imams Conference (IGIC) 2026, Indonesia diharapkan semakin memperkuat posisinya di panggung internasional sebagai pelopor dialog antarbangsa, penguatan moderasi beragama, serta pembangunan perdamaian dunia yang berlandaskan nilai-nilai kemanusiaan. "IGIC bukan sekadar konferensi internasional, tetapi merupakan ikhtiar bersama untuk menghadirkan kontribusi nyata Indonesia bagi perdamaian dunia. Dari Indonesia, kita ingin mengirimkan pesan bahwa agama adalah sumber persaudaraan, harmoni, dan solusi bagi kemanusiaan," tutup Sabilul Alif.***
 

-Metrosullteng

 

Kembali ke Semua Berita
Bagikan Artikel:
Rekomendasi Bacaan

Artikel & Berita Terkait

Lihat Semua
Indonesia Jadi Tuan Rumah International Grand Imam Conference (IGIC) 2026,Ratusan Imam Masjid Dunia Bakal Hadir di Masjid istiqlal Jakarta Berita Utama
05 Aug 2026 Humas IGIC
Indonesia Jadi Tuan Rumah International Grand Imam Conference (IGIC) 2026,Ratusan Imam Masjid Dunia Bakal Hadir di Masjid istiqlal Jakarta

Indonesia dipastikan menjadi tuan rumah penyelenggaraan International Grand Imam Conference (IGIC) 2026 pada akhir September 2026 di‎Masjid Istiqlal Jakarta. Ko...

Jelang IGIC 2026, Istighosah dan Tabligh Akbar Digelar di Al-Markaz Makassar Berita Utama
05 Aug 2026 Humas IGIC
Jelang IGIC 2026, Istighosah dan Tabligh Akbar Digelar di Al-Markaz Makassar

Kegiatan Istighosah dan Tabligh Akbar digelar di Masjid Al-Markaz Al-Islami Makassar, Minggu (14/6/2026), sebagai bagian dari rangkaian Road to International Grand Imams Conference (IGIC) 2026.Kegiatan yang berlangs...

Dari Banten Menuju Dunia, Irjen Pol M. Sabilul Alif Dorong Penguatan Kapasitas Imam Menuju IGIC 2026 Berita Utama
05 Jul 2026 Humas IGIC
Dari Banten Menuju Dunia, Irjen Pol M. Sabilul Alif Dorong Penguatan Kapasitas Imam Menuju IGIC 2026

Penutupan MTQ Imam Masjid Tingkat Provinsi Banten 2026 menjadi puncak rangkaian Bridging to International Grand Imams Conference (IGIC) 2026 Prov. Banten. Kegiatan ini menjadi bagian dari persiapan menuju IGIC 2026.

Imam Masjid sebagai Diplomat Peradaban Berita Utama
03 Jul 2026 Humas IGIC
Imam Masjid sebagai Diplomat Peradaban

Seminar Nasional Bridging to International Grand Imams Conference (IGIC) 2026 di Banten di Masjid Baitul Mukhtar BSD. Jum'at (03/07/2026)

IGIC 2026 Dimulai, Menag Dorong Imam Masjid Berperan dalam Diplomasi Keagamaan Global Berita Utama
03 Jul 2026 Humas IGIC
IGIC 2026 Dimulai, Menag Dorong Imam Masjid Berperan dalam Diplomasi Keagamaan Global

Bridging to International Grand Imams Conference (IGIC) 2026 dan MTQ Imam Masjid Provinsi Banten 2026 menjadi bagian dari persiapan menuju IGIC 2026.

Imam Masjid dari Berbagai Negara Akan Kumpul di Indonesia, Sulsel Jadi Penggerak Konsolidasi Global Berita Utama
14 Jun 2026 Humas IGIC
Imam Masjid dari Berbagai Negara Akan Kumpul di Indonesia, Sulsel Jadi Penggerak Konsolidasi Global

International Grand Imams Conference (IGIC) 2026 akan mempertemukan imam masjid dari berbagai negara untuk membahas isu-isu global seperti radikalisme, intoleransi, perubahan iklim, dan krisis moral. Melalui rangkaian kegiatan di berbagai daerah, termasuk Makassar, Indonesia menghimpun gagasan para imam sekaligus memperkenalkan Islam yang moderat, damai, dan berperan aktif dalam mewujudkan perdamaian dunia.